Syukuri Hidup
Hal yang paling aku syukuri sampai detik ini adalah aku bersyukur bahwa aku diberi kesempatan untuk hidup
Kenapa? Berhubung sudah tak pernah kambuh lagi, terakhir 12 tahun yang lalu
Dimana Awal mula, aku adalah anak prematur,
Ya dimana umur kandungan yang baru 7 bulanan sudah lahir
Di Saat itu organ-organ masih terbentuk, ketika aku dilahirkan bagian organ jantungku belum terbentuk sempurna dan masih ada yang berlubang. Lubang sebesar cincin yang menurut dokter itu nggak besar dan termasuk sedang yang biasa di sebut dengan Klep Jantung atau Jantung bocor.
Tepat pada tanggal 14 Agsutus 2000 aku di lahirkan dengan cecar karena pendarahan dan timbanganku hanya 1 kg lebih sedikit yang kata mama adalah sebesar botol mineral. Jika, bayi normal itu berwarna merah, tetapi bayiku berwarna ungu.
Pada saat itu aku dan keluargaku tinggal di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Saat-saat dimana aku sakit-sakitan dan di Kalimantan saat itu belum ada Rumah Sakit yang memiliki peralatan lengkap untuk penyakitku itu. Hingga akhirnya bapak mengajukan pemindahan tugas kepada tempat kerja, iya bapak adalah seorang guru fisika di salah satu SMA Kota Baru dan Bapak adalah satu satunya guru fisika disana sehingga saat bapak mengajukan pemindahan. Pihak sekolah tidak menindak lanjutin. Hingga Bapak langsung ke tempat Walikota untuk menindak lanjuti pemindahan tugas. Disaat itu aku pun dibawa untuk bukti bahwa aku memang benar benar sakit dan harus diperiksa di Rumah Sakit di Jawa.
Aku tumbuh dengan berat badan yang ringan, dimana badanku susah untuk gemuk dan tepat umur 4 tahun yang seharusnya aku harus memasuki Taman Kanak-Kanak, disaat itu orangtuaku memilih untuk tidak memasukkan aku dan masa kecilku sering bolak balik ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan.
Pada saat umurku menginjak 5 tahun. Akhirnya, orangtuaku memasukku di Taman Kanak-Kanak yaitu Taman Kanak-Kanak 17 Agustus di Wiradesa, Jawa Tengah. Saat itu, orangtuaku takut akan terjadi apa apa jika sekolah, mereka bingung memilih antara mau menyekolahkan atau tidak karena aku suka kambuh.
Kalau di tanya kapan sakit perut yang paling sakit. kapan? Ya aku bakalan jawab ketika aku kambuh karena sakitnya melebihi sakit haid, ditusuk tusuk bukan hanya perut tapi seluruh badan, dan ga lama kemudian badanku dipenuhi benjolan besar (kaya org baru di pukul itu sih) yg isinya darah warna ungu yang menyebar di rubuh dan berpindah-pindah. Jika anak normal bunyi detak jantungnya “deg deg deg” sedangkan aku bunyinya “deeggsss deggss degsss”(sampai sekarang masih kerasa)
Dan aku masih ingat, kalau di dalam ruangan RS,Bapak mamaku di luar. Dan hanya aku di dalam, dimana aku di kelilingi dokter dan suster, dan kedua tangan dan kakiku di lentangin lalu di iket (inget bgt sumpah ini.. Klo cerita ttg gn aku slalu inget bagian ini) dimana ga lama kemudian aku di bius (katanya mamaku.. Byk alat yg masuk kemulut buat ngelihat bagian jantungnya) dan ketika bangun aku di ruangan beda, dan itu putih semua.
Parahnya tiap aku di mobil ketika menuju Jakarta, ketika banyak orang.. Sumpah kalau aku masih kambuh di mobil, aku ga bisa liat orang sekitarku, yang aku liat adalah tengkorak yang mau nyerang aku semua.. Tengkorak yang ngelihatin aku dengan sinis. Dan aku memang sempet beberapa kali koma karena ini. (tapi Cuma mau info aja.. Memang anaknya mamaku dari 1-4 itu pernah koma juga dengan sakit yang berbeda beda)
Terus kenapa ga di operasi waktu kecil? Dokter bilang aku terlalu kecil untuk di operasi dan itu bahaya dan kalau mau di operasi umur 10thnan.. Dan katanya dokter kalau mau sembuh dengan sendirinya itu bisa dengan terapi renang (sunnah nih sunnah dan MasyaAllah betapa byk manfaat nya) tapi nggak total sih.
Oh ha.ah dulu tuh aku kurus banget,bahkan seperti biting dan ketika kelas 2 SD timbanganku 17kg. Dulu waktu TK, SD, bahkan SMP makananku slalu di atur dan ada makanan larangan larangan yang harus aku hindari dan bahkan olahragapun dulu SD mamaku slalu bilang ke guru olahraga. Waktu aku kelas 3 renang trs nih (pdhl ga jago renang) dan kelas 3 akhir - 4 an tuh aku bener bener gendut.Dan ketika kelas 3 seharusnya operasi kan.Tapi tau? Dokterku meninggal dan jika mau operasi harus punya dokter baru lagi karena setiap pasien di tangani oleh satu dokter dari tahap awal hingga akhir dan haru melewati tahap dari awal lagi. Bayangkan udah bertahun tahun aku periksa dan harus mengulang dari awal dan harus bolak balik ke Jakarta terus. Pada akhirnya aku gak di operasi, Aku fokus tiap minggu sering direnang dan sampai sekarang aku gendut. Dan yang paling ga bisa di percaya dulu kelas 5 aku lomba voli dan ketahuilah aku jadi kapten voli putri dari sekolahanku :v walaupun hanya juara 3 tingkat Kecamatan. :v
Yang paling aku syukuri adalah klep jantungku bocor dari darah bersih ke darah kotor,ada beberapa kasus yang klep jantung bocor dari darah kotor ke darah bersih. Jadi, darah bersih mereka tercampur dengan darah kotor yang otomatis di seluruh tubuh nggak punya darah bersih dan itu akan berakibat fatal. Beberapa tahun yg lalu aku sama mama ketemu orang yang punya penyakit sepertiku. Dia kurus banget hanya sis tulang dan buat jalan susah dan parahnya lagi dia itu lebih tua dari aku dan dia nggak ngelanjut buat sekolah. Sampe mama nangis liat aku yg baik baik aja sekarang. Dulu sempat mau di sekolahin SLB (parah sih ini.. Padahal otakku baik baik aja.. Dan sekarang malah di olok olok kalau keinget ini :v Astaghfirullah bahkan sekarang aku aja di olok olok tiap kali liat foto masa tk ku yang sangat kurus).
Oohhh ada hal yang aku mau kasih tau buat kalian, ini berdasarkan pengalamanku ya. Jika kita sakit apapun itu selalu berfikir positif dan slalu menyemangati diri sendiri
“Kamu sehat”
“Kamu normal seperti orang lain”
“Nggak ada yang beda kok”
“Itu hanya nama penyakit doang jangan pikirin”
Serius, itu bakalan jadi sugesti untuk tubuh kita, dimana kita bakalan berpengaruh dengan ucapan ucapan kita. Bahkan aku termasuk rata rata dalam olahraga. Semisal kita ngeluh “Ya ampun kok sakit banget gini, kenala aku di beri sakit gini” demi Allah sakitnya bakalan nambah.
Perlu kalian tau ada rahasia dimana aku slalu naik wahana wahana yang tidak memperbolehkan orang punya penyakit jantung naik karena aku hanya mikir penyakit jantung itu cuma Serangan Jantung dan ketahulah bahwa selama ini dan sampe sekarang ini aku baik-baik aja. (nekat sih but I'm Okay)
Allah berfirman menceritakan kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam,
وَ إِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (QS Asy Syu’ara: 80)
Di surat Al An’am (ayat: 17), “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”
Maka obat dan dokter hanyalah cara kesembuhan, sedangkan kesembuhan hanya datang dari Allah. Karena Dia sendiri menyatakan demikian, “Dialah yang menciptakan segala sesuatu.” Semujarab apapun obat dan sesepesialis dokter itu, namun jika Allah tidak menghendaki kesembuhan, kesembuhan itu juga tidak akan didapat.
Semoga bermanfaat ya.. :) Love Love kalian deh.. Walaupun aku sering di ece di kelas paling tua :v Tapi diriku masih tetep muda (apaan sih abaikan)
Kenapa? Berhubung sudah tak pernah kambuh lagi, terakhir 12 tahun yang lalu
Dimana Awal mula, aku adalah anak prematur,
Ya dimana umur kandungan yang baru 7 bulanan sudah lahir
Di Saat itu organ-organ masih terbentuk, ketika aku dilahirkan bagian organ jantungku belum terbentuk sempurna dan masih ada yang berlubang. Lubang sebesar cincin yang menurut dokter itu nggak besar dan termasuk sedang yang biasa di sebut dengan Klep Jantung atau Jantung bocor.
Tepat pada tanggal 14 Agsutus 2000 aku di lahirkan dengan cecar karena pendarahan dan timbanganku hanya 1 kg lebih sedikit yang kata mama adalah sebesar botol mineral. Jika, bayi normal itu berwarna merah, tetapi bayiku berwarna ungu.
Pada saat itu aku dan keluargaku tinggal di Kota Baru, Kalimantan Selatan. Saat-saat dimana aku sakit-sakitan dan di Kalimantan saat itu belum ada Rumah Sakit yang memiliki peralatan lengkap untuk penyakitku itu. Hingga akhirnya bapak mengajukan pemindahan tugas kepada tempat kerja, iya bapak adalah seorang guru fisika di salah satu SMA Kota Baru dan Bapak adalah satu satunya guru fisika disana sehingga saat bapak mengajukan pemindahan. Pihak sekolah tidak menindak lanjutin. Hingga Bapak langsung ke tempat Walikota untuk menindak lanjuti pemindahan tugas. Disaat itu aku pun dibawa untuk bukti bahwa aku memang benar benar sakit dan harus diperiksa di Rumah Sakit di Jawa.
Aku tumbuh dengan berat badan yang ringan, dimana badanku susah untuk gemuk dan tepat umur 4 tahun yang seharusnya aku harus memasuki Taman Kanak-Kanak, disaat itu orangtuaku memilih untuk tidak memasukkan aku dan masa kecilku sering bolak balik ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan.
Pada saat umurku menginjak 5 tahun. Akhirnya, orangtuaku memasukku di Taman Kanak-Kanak yaitu Taman Kanak-Kanak 17 Agustus di Wiradesa, Jawa Tengah. Saat itu, orangtuaku takut akan terjadi apa apa jika sekolah, mereka bingung memilih antara mau menyekolahkan atau tidak karena aku suka kambuh.
Kalau di tanya kapan sakit perut yang paling sakit. kapan? Ya aku bakalan jawab ketika aku kambuh karena sakitnya melebihi sakit haid, ditusuk tusuk bukan hanya perut tapi seluruh badan, dan ga lama kemudian badanku dipenuhi benjolan besar (kaya org baru di pukul itu sih) yg isinya darah warna ungu yang menyebar di rubuh dan berpindah-pindah. Jika anak normal bunyi detak jantungnya “deg deg deg” sedangkan aku bunyinya “deeggsss deggss degsss”(sampai sekarang masih kerasa)
Dan aku masih ingat, kalau di dalam ruangan RS,Bapak mamaku di luar. Dan hanya aku di dalam, dimana aku di kelilingi dokter dan suster, dan kedua tangan dan kakiku di lentangin lalu di iket (inget bgt sumpah ini.. Klo cerita ttg gn aku slalu inget bagian ini) dimana ga lama kemudian aku di bius (katanya mamaku.. Byk alat yg masuk kemulut buat ngelihat bagian jantungnya) dan ketika bangun aku di ruangan beda, dan itu putih semua.
Parahnya tiap aku di mobil ketika menuju Jakarta, ketika banyak orang.. Sumpah kalau aku masih kambuh di mobil, aku ga bisa liat orang sekitarku, yang aku liat adalah tengkorak yang mau nyerang aku semua.. Tengkorak yang ngelihatin aku dengan sinis. Dan aku memang sempet beberapa kali koma karena ini. (tapi Cuma mau info aja.. Memang anaknya mamaku dari 1-4 itu pernah koma juga dengan sakit yang berbeda beda)
Terus kenapa ga di operasi waktu kecil? Dokter bilang aku terlalu kecil untuk di operasi dan itu bahaya dan kalau mau di operasi umur 10thnan.. Dan katanya dokter kalau mau sembuh dengan sendirinya itu bisa dengan terapi renang (sunnah nih sunnah dan MasyaAllah betapa byk manfaat nya) tapi nggak total sih.
Oh ha.ah dulu tuh aku kurus banget,bahkan seperti biting dan ketika kelas 2 SD timbanganku 17kg. Dulu waktu TK, SD, bahkan SMP makananku slalu di atur dan ada makanan larangan larangan yang harus aku hindari dan bahkan olahragapun dulu SD mamaku slalu bilang ke guru olahraga. Waktu aku kelas 3 renang trs nih (pdhl ga jago renang) dan kelas 3 akhir - 4 an tuh aku bener bener gendut.Dan ketika kelas 3 seharusnya operasi kan.Tapi tau? Dokterku meninggal dan jika mau operasi harus punya dokter baru lagi karena setiap pasien di tangani oleh satu dokter dari tahap awal hingga akhir dan haru melewati tahap dari awal lagi. Bayangkan udah bertahun tahun aku periksa dan harus mengulang dari awal dan harus bolak balik ke Jakarta terus. Pada akhirnya aku gak di operasi, Aku fokus tiap minggu sering direnang dan sampai sekarang aku gendut. Dan yang paling ga bisa di percaya dulu kelas 5 aku lomba voli dan ketahuilah aku jadi kapten voli putri dari sekolahanku :v walaupun hanya juara 3 tingkat Kecamatan. :v
Yang paling aku syukuri adalah klep jantungku bocor dari darah bersih ke darah kotor,ada beberapa kasus yang klep jantung bocor dari darah kotor ke darah bersih. Jadi, darah bersih mereka tercampur dengan darah kotor yang otomatis di seluruh tubuh nggak punya darah bersih dan itu akan berakibat fatal. Beberapa tahun yg lalu aku sama mama ketemu orang yang punya penyakit sepertiku. Dia kurus banget hanya sis tulang dan buat jalan susah dan parahnya lagi dia itu lebih tua dari aku dan dia nggak ngelanjut buat sekolah. Sampe mama nangis liat aku yg baik baik aja sekarang. Dulu sempat mau di sekolahin SLB (parah sih ini.. Padahal otakku baik baik aja.. Dan sekarang malah di olok olok kalau keinget ini :v Astaghfirullah bahkan sekarang aku aja di olok olok tiap kali liat foto masa tk ku yang sangat kurus).
Oohhh ada hal yang aku mau kasih tau buat kalian, ini berdasarkan pengalamanku ya. Jika kita sakit apapun itu selalu berfikir positif dan slalu menyemangati diri sendiri
“Kamu sehat”
“Kamu normal seperti orang lain”
“Nggak ada yang beda kok”
“Itu hanya nama penyakit doang jangan pikirin”
Serius, itu bakalan jadi sugesti untuk tubuh kita, dimana kita bakalan berpengaruh dengan ucapan ucapan kita. Bahkan aku termasuk rata rata dalam olahraga. Semisal kita ngeluh “Ya ampun kok sakit banget gini, kenala aku di beri sakit gini” demi Allah sakitnya bakalan nambah.
Perlu kalian tau ada rahasia dimana aku slalu naik wahana wahana yang tidak memperbolehkan orang punya penyakit jantung naik karena aku hanya mikir penyakit jantung itu cuma Serangan Jantung dan ketahulah bahwa selama ini dan sampe sekarang ini aku baik-baik aja. (nekat sih but I'm Okay)
Allah berfirman menceritakan kekasih-Nya, Ibrahim ‘alaihissalam,
وَ إِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (QS Asy Syu’ara: 80)
Di surat Al An’am (ayat: 17), “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”
Maka obat dan dokter hanyalah cara kesembuhan, sedangkan kesembuhan hanya datang dari Allah. Karena Dia sendiri menyatakan demikian, “Dialah yang menciptakan segala sesuatu.” Semujarab apapun obat dan sesepesialis dokter itu, namun jika Allah tidak menghendaki kesembuhan, kesembuhan itu juga tidak akan didapat.
Semoga bermanfaat ya.. :) Love Love kalian deh.. Walaupun aku sering di ece di kelas paling tua :v Tapi diriku masih tetep muda (apaan sih abaikan)
Komentar
Posting Komentar